Prasadja's Blog


Blog For Free!


Archives
Home
2007 May
2007 April
2007 March
2007 February
2007 January
2006 December
2006 November
2006 September
2006 July
2006 May

My Links
Another me
Untuk Inspirasi
Info Kesehatan Tidur
Bike to Work Indonesia - Komunitas Pekerja Bersepeda

tBlog
My Profile
Send tMail
My tFriends
My Images


Sponsored
Blog



Harapan Ditengah Bencana
05.31.06 (2:00 pm)   [edit]

Ketika, derita
saudara berguguran
air mata dan darh
bercucuran
tapi sahabat,
saudara-saudara, terlupa
kotak, bersama berbagi
cinta, memberi harap
Dan sahabat,
meski hanya dalam bencana
masih ada harapan untuk
Indonesia besatu.
0 Comments
 
Berharap pada Merah Putih
05.22.06 (2:06 pm)   [edit]

Keluarga Korban Tragedi Mei'98

0 Comments
 
Yang Tersisa
05.22.06 (2:04 pm)   [edit]

Sisa Amarah, pada siapa?

0 Comments
 
Bertutur
05.22.06 (1:59 pm)   [edit]

Keluarga Korban Kerusuhan Mei '98

0 Comments
 
Kenangan Mei'98, Jakarta
05.22.06 (1:31 pm)   [edit]
0 Comments
 
Surat untuk Sahabat - Mengenang Tragedi Mei'98
05.14.06 (2:48 am)   [edit]

Delapan tahun yang lalu, sebuah tragedi kembali terjadi di Indonesia. Serangkaian tindak kekerasan muncul secara serentak dan sistematis. Banyak korban berjatuhan, dibakar, diperkosa, dibunuh, dianiaya, dihina dan dicap penjarah.

TGPF pada waktu itu sudah mengumpulkan data, dan telah juga merekomendasikan hasil penyelidikannya kepada pemerintah. Tapi apa yang terjadi… Satu persatu kekerasan kembali terjadi, hingga kita lelah membaca tajuk berita yang terus berisikan kekerasan.

Para korban kerusuhan mei’98 telah kembali menjadi abu dan tanah, yang lain bertranformasi menjadi ‘survivor’ dan tidak sedikit keluarga korban yang kini menjadi pembela hak asasi manusia. Mereka yang dulu didampingi, kini telah menjadi pendamping bagi yang lain.

Bagaimana dengan kita? Sebagai rakyat biasa, kita luput dari kisah-kisah heroik kebangkitan komunitas korban. Ketika sesekali mendengar keluarga korban bersuara menuntut keadilan, kita malah bertanya, “Korban tragedi yang mana?”

Tetapi sahabat, kitalah korban yang sesungguhnya. Sejak keruntuhan orde baru, kekerasan sipil terus terjadi. Tragedi demi tragedi yang menelan korban terus bermunculan. Dan setiap kali televisi menayangkan asap, api, jerit tangis serta kerumunan orang yang beringas merusak dan mengancam, sesuatu di dalam diri bergolak. Ketakutan dan kesedihan meliputi diri. Gemas dan geram mencekat di kerongkongan seperti empedu, dikeluarkan pahit, ditelan pedih. Sebuah luka yang tak pernah sembuh. Sebuah trauma yang tak pernah pupus. Pada akhirnya kita pun hanya dapat memalingkan wajah, dan mencoba memulihkan nurani yang telah menumpul.

Tampaknya kita harus belajar dari keluarga korban. Mencari kekuatan diantara serpihan kenangan akan yang tercinta, dan memandang jauh ke depan mencari keadilan. Bukan demi memuaskan dendam, tetapi untuk pembelajaran kita semua.

Suara dari lubuk hati membisikkan kebenaran yang hendak dilupakan penguasa. Padahal sejarah mengajarkan bahwa kebenaran adalah pil pahit yang harus kita telan untuk kesembuhan, sedangkan kebohongan hanyalah makanan enak yang nantinya menimbulkan berbagai penyakit.

Salam bagi semua sahabat, dan salut untuk Jaringan Solidaritas Keluarga Korban.

Dalam tunduk haru kita mengenang tragedi Mei’98.  Kita tak akan pernah lupa!

 

2 Comments
 
Sang Dewi
05.10.06 (4:06 pm)   [edit]

Seorang gadis di ujung ranjang
terpaku agung, seperti dewi
cantik di atas singgasana. Berkuasa
atas binatang :  laki-laki

Berhala bagi pemuja birahi
cantik dan cantik, sia-sia
percuma di bibir penyair
inspirasi terlalu getir

Jiwa-jiwa tersesat, bersimpuh di kakinya
lindungan dalam sayap-sayap tak berdaya
sepi lagi dalam pagutan sunyi
berlalu lagi lagu cinta bisu dari hati

gadis lugu diangkat jadi ratu
jagad semesta dewata berseru
mengelu semua nafsu
pembentuk cipta cinta

dan aku bangkit menari
bagi pujian ribu malam suci
dan gendang berderam
mengantar dewi pada pujaan hati

0 Comments
 
Jimbaran - Bali
05.09.06 (3:54 pm)   [edit]
Indah sekali... tapi ironisnya
foto ini saya ambil di senja menjelang bom Bali I meledak (12 Oktober 2002,)
persis di lokasi di mana bom Bali II berada tiga tahun berikutnya (1 Oktober 2005.)
1 Comments
 
Menuju Nirwana
05.08.06 (7:00 pm)   [edit]
0 Comments
 
Cantikku Tak Perlu Wajah
05.08.06 (6:40 pm)   [edit]
0 Comments
 
Unfinish
05.08.06 (6:29 pm)   [edit]
0 Comments
 
Old Statue
05.08.06 (6:25 pm)   [edit]
the original statue
0 Comments
 
BOROBUDUR
05.08.06 (6:21 pm)   [edit]
Gagah menghadap mentari
sekeliling gunung melindungi
mantap menatap angkasa
menuju nirwana
terangi dunia
lindungi anak-anak manusia
saat asa
karya
harapan
henti dalam batu
0 Comments
 
Sang Pencerah
05.08.06 (6:16 pm)   [edit]
0 Comments
 
Stupa Budha
05.08.06 (6:08 pm)   [edit]
Borobudur, Indonesia
0 Comments
 
Perpisahan
05.05.06 (7:21 pm)   [edit]

Dua manusia, berpandangan

dalam jarak

Dua hati tak rela menjauh,

saling gapai... menjangkau

tak teraih, hanya bayang-bayang

keraguan dan harap menguap

jauh semakin tinggi,

di hadapan berlalu,

dua jiwa berpisah..

terinspirasi oleh blog sebelah...
0 Comments
 
Kupu kupu
05.05.06 (5:22 pm)   [edit]
Di persimpangan, seekor kupu-kupu
terbang melayang-layang
bingung tersesat antara angin,
debu, angin deru kendaraan
Di mana daun, apalagi bunga?
Di mana alam, di mana dunia?
Makhluk sibuk berlalu, tak
pedulikan lagi kepakan
sayap kuning, cantiknya percuma
hanya terbang dengan kalut
dipermainkan angin.
Melayang dan melayang, kuning
kecil, cantik, kupu-kupuku
oase bagi mata dan hatiku.
0 Comments
 
In Memoriam, Pramoedya Ananta Toer
05.05.06 (1:38 pm)   [edit]

Pramoedya Ananta Toer; 6 Februari 1925 - 30 April 2006

"Ilmu pengetahuan semakin banyak melahirkan keajaiban. Dongengan leluhur sampai malu tersipu. Tak perlu lagi orang bertapa bertahun untuk dapat bicara dengan seseorang di seberang lautan. Orang Jerman telah memasang kawat laut dari Inggris sampai India! Dan kawat semacam itu membiak berjuluran ke seluruh permukaan bumi. Seluruh dunia kini dapat mengawasi tingkah-laku seseorang. Dan orang dapat mengawasi tingkah-laku seluruh dunia" (Bumi Manusia, hal.316).

0 Comments
 
Merah Putih
05.05.06 (1:23 pm)   [edit]

Merah adalah api dan darah,
putih adalah kemunafikan, dominasi dan penindasan
putih membawa kecurigaan dan ketakutan

Berbaris membawa senjata,
Wajah sangar, menyebut nama Tuhan
melibas yang tak sepaham

Saudara! Hidup warna-warni
dengan semarak ragam,
keriangan dan cinta
kebebasan dari kotak, dari warna 

Dan kami, anak-anak revolusi pop
tak lagi tahu warna bendera
Mendamba merah kembali berani,
putih kembali bersih dan suci hati

Kami berbaris di sini
berdetak-detak, menanti
saat-saat terjanji
cahaya, tertib dan damai

dalam cinta,
dalam iman,
acungkan genggaman,
tolak penindasan!

0 Comments
 
Ziarah Kebebasan
05.05.06 (5:16 am)   [edit]

Lembar kosong di hadapan

hanya putih menanti goresan

hati hanya tanya nyata

badan letih lesu

pikiran berziarah sendiri, cari tempat

suci dalam diri

Oh…! Bergerak

Cahaya-cahaya harapan…

memberikan pencerahan,

mengatur… alirkan, alirkan

hasrat bergolak!

Dan kami pun terkagum tinggalkan

semua, penyembahan berhala

dalam iklan dan film

karena Aku adalah Aku

Dan Aku adalah Kebebasan

0 Comments
 
Ayo Main....!
05.03.06 (1:50 pm)   [edit]
0 Comments
 
Terkurung
05.03.06 (1:49 pm)   [edit]
0 Comments
 
Sigaret (May Day in Jakarta)
05.02.06 (8:01 pm)   [edit]
merokok itu tidak sehat lho...
0 Comments
 
Haus
05.02.06 (7:58 pm)   [edit]
0 Comments
 
Istana Merdeka
05.02.06 (7:56 pm)   [edit]
0 Comments
 
Istirahat (May Day in Jakarta)
05.02.06 (7:55 pm)   [edit]
0 Comments
 
Berjaga (May Day in Jakarta)
05.02.06 (7:54 pm)   [edit]
0 Comments
 
Atur Barisan (May Day in Jakarta)
05.02.06 (7:52 pm)   [edit]

0 Comments
 
Watching
05.02.06 (7:51 pm)   [edit]
another tourist like me...
0 Comments
 
Marching to "Istana Merdeka"
05.02.06 (7:49 pm)   [edit]

 

0 Comments
 
May Day in Jakarta
05.02.06 (7:38 pm)   [edit]

 

 

a tourist

0 Comments
 
adopt your own virtual pet!